Microsoft Bergabung
dengan Linux Foundation, Hadirkan Versi Baru SQL Server Untuk Linux dan Windows
Tampaknya Microsoft
benar-benar memiliki ketertarikan dengan Linux, dimana selama beberapa tahun
ini raksasa software ini seperti memanjakan Linux. Pada tahun 2013 Microsoft
meluncurkan Visual Studio 2013 dan pada tahun 2014 menumumkan open source untuk
.Net. Namun berita besar tahun ini adalah, Microsoft telah bergabung dengan
Linux Foundation sebagai anggota platinum.
Microsoft telah menjadi
kontributor besar untuk Linux selama beberapa tahun terakhir, terutama berfokus
pada peningkatan dukungan untuk hypervisor perusahaan, Hyper-V. Jim Zemlin,
Selaku direktur eksekutif Linux Foundation, mengatakan bahwa untuk menjadi
anggota, “Microsoft mampu berkolaborasi lebih
baik dengan komunitas open source untuk memberikan transformatif mobile dan
pengalaman cloud untuk lebih banyak orang.”
Ya, sebelumnya Microsoft memang
terkenal memiliki kerajaan tersendiri di industri software dengan menutup
source code miliknya. Namun dengan proyek-proyek seperti Visual Studio
Code dan .NET, itu mulai memenangkan hati dan pikiran pengguna open source.
Tampaknya perusahaan kali ini
datang sebagai anggota open source yang cukup baik, dimana tidak hanya
menerbitkan repositori source code yang mendapat beberapa kali pembaruan
dari cabang pengembangan internal, tapi mereka benar-benar melakukan
pembangunan sistem untuk open source, menerima sumbangan dari pengguna, dan
mencari konsensus pengguna ketika hendak menghadirkan fitur baru.
Sementara itu, perusahaan ini
merilis edisi preview versi berikutnya dari SQL Server untuk Windows dan Linux
untuk pertama kalinya. Dalam mengembangkan SQL Server untuk Linux, perusahaan
mengatakan bahwa mereka telah berusaha untuk membuat kerja mesin database dan
bertindak seperti aplikasi bawaan Linux.
Meski belum jelas untuk siapa
SQL Server Linux ini dibuat, namun tentu ini lebih baik digunakan ketimbang
menggunakan Oracle. SQL Server sendiri memiliki fitur yang kaya dan beragam,
dan biasanya lebih harganya lebih murah ketimbang Oracle.
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar